Kalau dibilang ngerti kopi… enggak juga sih. Kalau dibilang bisa bedain mana kopi ‘bagus’ dan ‘abal-abal’… engga juga hehehe… Tapi setidaknya aku bisa menjawab kalau ditanya preferensi kopiku apa.

Iya, aku suka dengan kopi robusta. Alasannya sederhana, kopi robusta menurutku paling pas ketika divariasi dengan susu, sirup, dan topping lainnya. Sedangkan kopi arabica yang memang cenderung lebih asem, menurutku paling enak dinikmati begitu saja. Tanpa ditambah apa-apa. Plain and naked arabica. Dan aku seringkali terkaget-kaget dengan asemnya hahahaa… kopi kok asem itu masih sulit diterima nalarku.

Kopi buatku bisa bikin aku ‘get up’, nggak cuma ‘wake up’ dan to do list hari itu bisa terlaksana semua haha… Kadang, eh sering kali, tanpa kopi, list panjang itu hanya menjadi cita-cita sedangkan akunya tetap dalam posisi yang konsisten dari pagi, yaitu rebahan. Duh! Gawat kan…. Jadi penting buatku untuk menyesap segelas kopi ketika aura rebahan itu menguat. A cup of coffee saves my day!

Tapi aku juga bukan addict to coffee. Banyak masa juga ketika aku nggak membutuhkan kopi. Apalagi cuaca memang mendukung untuk bersemangat hari itu. Aku bersyukur sih, soalnya kalau udah addict itu kan susah ya. Jadi ketergantungan itu ga asyik, bahkan se-simple terhadap kopi.

Aku sangat enjoy kopi dengan berbagai kombinasi. Sampai rasanya pengen lho ikut kursus online untuk me-mix and match kopi agar lebih menarik, meskipun aku juga bukan yang ekstrim. Contohnya, aku masih belum bisa membayangkan kopi dicampur dengan air kelapa…. hehe… gimana ya rasanya?

Terus, campurannya apaan? Yah, aku sih sebatas bikin kopi espresso terus bereksperimen dengan aneka rasa sirup, seperti pandan, rhum, caramel, vanilla, cinnamon, dan banana. Aku sampai sekarang masih merasa ada beberapa sirup kurang sesuai dengan ekspektasiku. Aku udah coba pakai DriPP, DaVinci, dan Monin. Ada sirup yang lebih enak merk DriPP, seperti pandan. Ada juga yang caramelnya lebih enak Monin. Tapi ya kali untuk nemuin satu rasa aja aku harus beli banyak merk ya. Seandainya semua ada tester 50 atau 100 gram nya sih boleh juga tuh. Kalau sekarang, beli 1 botol dan kalaupun rasanya ga pas, aku harus tetap bertahan ngabisin 1 botol sirup itu hahaha….

Aku berbagi sama temen-temen, demi bisa tester sirup.

Kombinasi lainnya di luar sirup sih aku cuma tambahkan susu. Inipun aku berpetualang juga haha. Kuperhatikan merk susu yang dipakai di kedai kopi yang aku suka. Sayangnya, selesai nyobain merk baru, besoknya aku lupa rasa susunya kayak apa hahaha… Payah ya. Aku bahkan punya milk frother untuk bikin susunya berbusa dan lebih light. Selain susu cair, yang aku suka tambahkan adalah susu kental manis dan dari dulu aku hanya suka yang ada merk Gold-nya, karena menurutku lebih gurih.

Ngikutin gaya vietnamese coffee with milk yang pakai susu kental manis untuk rasa manisnya.

Terus, bikin espresso kopinya diapain? Nah ini dia. Aku punya mesin kopi dapat hadiah doorprize gitu, dan menurutku memang praktis banget. Aku suka pasang kapsul kosongan terus diisi kopi dari seluruh nusantara yang dikoleksi sama misuaku. Tapi kadang aku bingung dengan kasar/lembutnya butiran yang cocok dipasang di kapsul tersebut. Sedangkan kalau pakai kopi bubuk, kadang bubuknya suka keminum dikit dan jadi ganggu ajah kan ya.

Akhirnya aku diajarin pakai V60. Hmmm…mungkin tidak dengan teknik yang sesuai pakem sih. Hanya sekedar menggunakan filter V60 agar bubuknya nggak keikut aja sih haha… Tapi lumayan lho, kopi yang kubikin plus tambahan sirup atau susu di atas, jadi mirip sama kopi-kopi kalau beli di kafe.

V60 tanpa pakem, yang penting enak.

Lupakan dengan pakem-pakem seperti kettle dengan leher angsa hahaha… Yang penting caraku membuat kopi sendiri yang enak adalah: menggunakan cangkir V60, pasang filter V60 yang murah meriah, lalu tuang kopi bubuk yang robusta, aku biasanya pakai sekitar 3 atau 4 sendok teh soalnya biar kental kopinya, lalu rebus air sampai mendidih terus diamkan sekitar 1 menit, baru tuang di filternya dan tunggu turun perlahan. Udah gitu aja.

Praktis kan. Setelah itu, tinggal ditambahkan aja sirup atau susu. Menurutku ini udah bisa banget dinikmati seperti kopi-kopi gaul itu. Bahkan, bisa ngatur agar tidak terlalu manis lho. Nah, selanjutnya, tinggal eksplorasi kopi robusta di seluruh nusantara dan diingat-ingat rasanya hehe….

Dengan modal bisa bikin sendiri gini, aku bisa lumayan irit jajan kopi. Sesekali aku tetep jajan kopi kok tapi kalau keadaan memungkinkan aku bisa bikin sendiri kan..

Happy Coffee Day!!

-myl-

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *